![]() |
| Ditome M |
Cerita ini berasal dari Bohapa yang sekarang di sebut dengan nama desa Timepa, Timepa sendiri berada di Distrik Mapia tenga Kab Dogiyai, provinsi Papua Tengah.
Alkisah, di kampung Bohapa banyak sekali penduduk
yang tinggal disitu, ada seorang wanita hamil besar, suaminya baru meninggal
dua bulan yang lalu, sebut saja nama wanita itu Lobebi. Pada suatu hari datang
kabar kalau akan di adakan pesta Tapa.
Semua orang bercerita kalau mereka akan pergi ke
tempat Tapa, tempat tapa sendiri akan di adakan di kampung Modiso.
Wanita itu ia sudah pergi ke kebun sejak pagi tadi
untuk menyiapkan bekal di perjalan menuju Kampung Modiso.
Siang itu wanita tersebut putar-putar kampung
mencari orang yang akan pergi ke kampung Modiso, orang-orang yang hendak pergi
mengikuti pesta tapa sudah pergi lebih dulu, Lobebi tidak menjumpai siapa pun
di kampung itu yang tersisa hanya dia.
Lebebi memutuskan untuk tinggal, sebap tidak ada
orang yang bersamanya dalam perjalanan menuju kampung Modiso
Kampung Bohapa berada di atas bukit, agin yang terus
kencang meniup rumput ilalang di sekitar daerah itu.
Baca Juga : Adik Mati Kelaparan
Sore tibah Lobebi menutup pintu dan semua cela-cela
dengan rapat. Kampung Bosapa sangat terkenal akan kejadian-kejadian ane yang
menimpa orang-orang disitu.
Ketika malam tibah terdengar ketukan pintu,” ee ee
ee buka pintu dulu sa lagi mau masuk ini. Lobebi hanya terdiam, tak lama
kemudia wanita setan itu menarik tubuhnya melalui cera loteng Labe Owaa (Rumah
Adat Suku Mee) itu. Ketika sampai di dalam, Lobebi hanya terdiam tidak melihat
wanita setan itu.
Lobebi mengambil Ketimun dalam noken dan memakannya,
bunyi kunyaan ketimun terdengar di telinga wanita setan itu,” ee ee ko makan
apa, bagi dulu,” sa juga makan jatung dengan sa punya paru-paru sendiri ini,
kata Lobebi.
Setan itu bertanya,” bagimana ko bisa makan jatung
dangan paru-paru,” coba ko kasi masuk tangan lewat mulut baru tari paru-paru,
balas Lobebi,” sudah sa ada makan ini kata wanita setan itu kepada Lobebi,” ko
tarik jangtung lagi baru ko makan, ketika wanita setan itu memasukan tangan ke
dalam mulut dan menarik jantung seketika wanita setan itu meninggal.
Lobebi akhirnya membunuh setan itu, ia menariknya ke
luar Labe Owaa (Rumah adat Suku Mee).
Lobebi kembali kedalam Labe Owaa (Rumah Adat Suku
Mee) dan tidur. Ketika bangun pagi orang-orang dari tapapa berdatangan,” apa
kaa kalian sudah lihat setan yang saya buang di depan rumah itu kaa, ada yang
membalas dengan cepat,” kami cuma lihat kasuari yang mati di depan rumah,
Lobebi keluar rumah dan melihat ternyata benar, Kasuari, yang terbentang di
halam Labe Owaa.
Oleh :
Ditome M
Terima kasih telah membaca. Kampung Bohapa.Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "Kampung Bohapa"