-->

Berita, Artikel, Cerpen, Cerita Rakyat, Horor, Budaya Papua, Religi, Book Bacaan, Biografi

Motivasi Menulis

Adik Mati Kelaparan

Ditome M

Di sebuah desa, hiduplah dua saudara, yang kita sebut kakaknya Panii dan adiknya Onee. Panii merupakan sosok dewasa, sedangkan sang adik Onee masih anak-anak. Desa mereka dihuni oleh banyak orang.

Suatu hari, Panii menikah dengan wanita cantik dari desanya, yang kita sebut Demina. Dalam hati Panii, ia berpikir, "Demina pasti akan merawat adikku dengan baik. " Namun, perhatian Demina terhadap kebutuhan Onee ternyata sangat kurang, dan dia selalu diberi hanya makanan yang buruk.

Meskipun hal itu, Onee tidak pernah mengeluh kepada Panii. Kakaknya pun berpikir, "Oh, saya yakin istri saya pasti memperhatikan kebutuhan adikku juga. "

Sore hari, para pria di desa berkumpul di Labe Owaa, rumah adat suku Mee, untuk merencanakan perjalanan menuju hutan. Di pagi harinya, mereka memberitahu istri masing-masing bahwa setelah satu minggu, mereka akan memerlukan bekal makanan di hutan.

Onee ingin sekali ikut dengan kakaknya, tetapi Panii mengatakan bahwa dia masih terlalu kecil. Meski begitu, Onee terus mendesak untuk ikut, hingga akhirnya dia berhasil bergabung.

Setelah tiba di hutan, mereka sampai di Labe Owaa yang besar. Semua pria masuk ke dalam rumah. Di antara kayu-kayu, terlihat seorang pria sedang memotong kayu bakar untuk membuat api.

Para lelaki duduk dalam lingkaran di sekitar api untuk merencanakan strategi berburu mereka.

Malam itu, mereka memutuskan agar Onee tinggal di rumah karena dianggap terlalu kecil untuk ikut ke hutan.

Baca Juga : asal-mu-asal-nama-wamena

Pagi harinya, mereka berpisah sedangkan Onee tetap sendirian di Labe Owaa. Saat sore tiba, semua pria kembali dari hutan dengan banyak hasil buruan.

Setelah satu minggu, persediaan makanan mereka habis. Pagi itu, para pria pergi dengan perut kosong ke hutan. Wanita-wanita desa datang setelah suami mereka pergi. Onee melihat banyak makanan yang dibawa, termasuk makanan matang dan mentah, termasuk Demina, istri Panii.

Namun, Demina tidak memberikan makanan apapun kepada Onee, sementara perutnya sudah keroncongan. Onee hanya bisa rebahan karena kelaparan. Ketika semua pria kembali, Demina memberikan ubi jalar kepada Panii, dan Panii langsung melahapnya tanpa menunggu.

Dalam pikirannya, Onee merasa, "Kakakku juga seharusnya lapar. " Tak lama kemudian, Onee menyanyikan lagu tradisional, seraya menyerukan bahwa ia adalah adiknya. Dia merasa perutnya kosong dan sangat menderita, hingga dia menarik napas terakhir.

Panii yang mendengar nyanyian adiknya tidak bisa menahan kemarahan. Dia langsung menghadapi Demina dengan ketidakpuasan. Dia berpikir, "Ternyata perempuan ini tidak sama seperti yang saya bayangkan selama ini. ".


Oleh    : Ditome M

Label: Cerita Rakyat

Terima kasih telah membaca. Adik Mati Kelaparan.Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "Adik Mati Kelaparan"

Back To Top