![]() |
| Ditome M |
Di sebuah desa, hiduplah dua saudara, yang kita sebut kakaknya Panii dan adiknya Onee. Panii merupakan sosok dewasa, sedangkan sang adik Onee masih anak-anak. Desa mereka dihuni oleh banyak orang.
Suatu hari, Panii menikah dengan wanita
cantik dari desanya, yang kita sebut Demina. Dalam hati Panii, ia berpikir,
"Demina pasti akan merawat adikku dengan baik. " Namun, perhatian
Demina terhadap kebutuhan Onee ternyata sangat kurang, dan dia selalu diberi
hanya makanan yang buruk.
Meskipun hal itu, Onee tidak pernah mengeluh
kepada Panii. Kakaknya pun berpikir, "Oh, saya yakin istri saya pasti
memperhatikan kebutuhan adikku juga. "
Sore hari, para pria di desa berkumpul di
Labe Owaa, rumah adat suku Mee, untuk merencanakan perjalanan menuju hutan. Di
pagi harinya, mereka memberitahu istri masing-masing bahwa setelah satu minggu,
mereka akan memerlukan bekal makanan di hutan.
Onee ingin sekali ikut dengan kakaknya,
tetapi Panii mengatakan bahwa dia masih terlalu kecil. Meski begitu, Onee terus
mendesak untuk ikut, hingga akhirnya dia berhasil bergabung.
Setelah tiba di hutan, mereka sampai di Labe
Owaa yang besar. Semua pria masuk ke dalam rumah. Di antara kayu-kayu, terlihat
seorang pria sedang memotong kayu bakar untuk membuat api.
Para lelaki duduk dalam lingkaran di sekitar
api untuk merencanakan strategi berburu mereka.
Malam itu, mereka memutuskan agar Onee tinggal di rumah karena dianggap terlalu kecil untuk ikut ke hutan.
Baca Juga : asal-mu-asal-nama-wamena
Pagi harinya, mereka berpisah sedangkan Onee
tetap sendirian di Labe Owaa. Saat sore tiba, semua pria kembali dari hutan
dengan banyak hasil buruan.
Setelah satu minggu, persediaan makanan
mereka habis. Pagi itu, para pria pergi dengan perut kosong ke hutan.
Wanita-wanita desa datang setelah suami mereka pergi. Onee melihat banyak
makanan yang dibawa, termasuk makanan matang dan mentah, termasuk Demina, istri
Panii.
Namun, Demina tidak memberikan makanan apapun
kepada Onee, sementara perutnya sudah keroncongan. Onee hanya bisa rebahan
karena kelaparan. Ketika semua pria kembali, Demina memberikan ubi jalar kepada
Panii, dan Panii langsung melahapnya tanpa menunggu.
Dalam pikirannya, Onee merasa, "Kakakku
juga seharusnya lapar. " Tak lama kemudian, Onee menyanyikan lagu tradisional,
seraya menyerukan bahwa ia adalah adiknya. Dia merasa perutnya kosong dan
sangat menderita, hingga dia menarik napas terakhir.
Panii yang mendengar nyanyian adiknya tidak
bisa menahan kemarahan. Dia langsung menghadapi Demina dengan ketidakpuasan. Dia
berpikir, "Ternyata perempuan ini tidak sama seperti yang saya bayangkan
selama ini. ".
Oleh : Ditome M
Terima kasih telah membaca. Adik Mati Kelaparan.Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "Adik Mati Kelaparan"