-->

Berita, Artikel, Cerpen, Cerita Rakyat, Horor, Budaya Papua, Religi, Book Bacaan, Biografi

Motivasi Menulis

Pemeritah Kabupaten Nabire Sangat Berperan penting dalam Menjaga Hutan Mangrove

Foto : Tumbuhan Mangrove

Pohon mangrove adalah jenis tanaman tropis yang tumbuh baik di area pesisir, muara, atau rawa yang terendam air asin, terutama di wilayah pasang surut.

Di bibir Pantai Kab Nabire terdapat banyak Tumbuhan Mangrove. Tumbuhan mangrove terbentan dari Distrik Napan hingga Goni. Sebagai tugas dan tanggu jawab (DLH) sengat berperan penting dalam menjaga dan melestarikan tumbuhan Mangrove tersebut.

(Dinas Lingkungan Hidup) harus mempunyai, program tersendiri untuk membuat sosialisasi, kepada warga yang bermukin di, sepanjang bibir pantai Kab Nabire.

Pada tahun 2013 SD Adven 02 Air Mandidi Samabusa melaksanakan, kegian penanaman tumbuhan mangrove, pada saat jam pelajaran IPA. Paraktek seperti ini sangat berdampak positif dalam meningkatkan kulitas daya, ingat pada anak. Untuk menjaga kelestarian alam.

Bagi anak SD sangat membutuhkan, peraktek-peraktek positif yang membangun. Iya itu peduli terhadap alam sekitar, DLH dan Dinas Pendidikan harus ada kerja sama. Tidak mengubah kurikum yang sudah ada, tetapi harus adanya peraktek di luar sekolah, yang langsung di alam.

Mangrove menyesuaikan diri dengan lingkungan yang keras dengan akar yang kuat, berfungsi untuk melindungi pantai dari erosi, badai, tsunami, dan juga menyerap karbon.

Kita sebagai manusia, yang mempunyai akal dan pikiran wajib untuk melestarikan tumbuhan Mangrove tersebut. Untuk menjaga abrasi pantai.



Oleh            : Ditome M

ASAL MU ASAL NAMA DITOME

Ditome/M

Kata Ditome merupakan singkatan dari Dipa, Topo, dan Menou yang terletak di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.

Nama Ditome berasal dari acara keagamaan Kristen Protestan yang berkaitan dengan pelantikan kelasis, serta upaya untuk menyatukan tiga wilayah Dipa, Topo, dan Menou di Kecamatan Uwapa Topo (Uwapa sebagai kecamatan induk). Istilah Ditome diambil dari dua huruf awal dari Dipa, Topo, dan Menou, yang menjadi Ditome.

Kondisi kehidupan masyarakat di Ditome mencakup pemakaian pakaian adat budaya Papua. Populasi di sini sekitar 20. 000 orang. Penduduk yang tinggal di Ditome meliputi warga asli yang berasal dari daerah pegunungan dan pesisir, serta warga non-pribumi yang merupakan hasil dari transmigrasi.

Pedagang jalanan. Sebagian besar penduduk mencari nafkah dengan berkebun dan bertani. Rata-rata, lokasi berkebunan mereka tidak tetap dan sering berpindah-pindah.

Hasil pertanian yang paling menonjol adalah coklat. Dipa terletak cukup jauh dari kota, sehingga kehidupan masyarakatnya masih sangat sederhana.

Kesederhanaan ini bukan disebabkan oleh kondisi geografis atau faktor lainnya, melainkan karena kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap Dipa, Topo dan Menou bernasib sama  baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten.

Meskipun saat ini Topo berfungsi sebagai kecamatan utama dan sudah ada pemekaran kecamatan Dipa dan Menou, kehidupan masyarakatnya masih tetap terikat pada cara hidup yang lama, dengan cara bertani.

 

Oleh                : Kel Magai

Kehadiran Travel Transnusa Membuat Mogok Ratusan Mobil Hailux Di Papua Barat

Ratusan Mobil Hailux

Ratusan pengemudi Hilux yang selama ini mengoperasikan rute penumpang Manokwari menuju Teluk Bintuni melakukan protes di kawasan Bukit Botak, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat pada Minggu (11/1/2026). Mereka merasa pekerjaan mereka terancam setelah diduga ada izin dari pemerintah untuk memasukkan angkutan baru di rute Manokwari-Bintuni, Papua Barat.

Para sopir Hilux berkumpul di Bukit Botak, yang terletak di antara Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Teluk Bintuni. Aksi protes ini direncanakan akan berlangsung hingga Selasa minggu depan.

Januarius Sufi, seorang pengguna transportasi darat di jalur Bintuni, mengungkapkan bahwa ia mengalami kesulitan mencari kendaraan menuju Bintuni hari ini.

“Saya berasal dari Tambrauw dan ingin pergi ke Bintuni untuk mengantarkan mas kawin Kakak perempuan, tetapi sangat sulit untuk mendapatkan tumpangan di jalur Bintuni-Manokwari,” ujar Januarius pada Minggu (11/1/2026).

Pimpinan komunitas Hilux Jalur Manokwari-Bintuni, Nofti Tapilatu, mengonfirmasi bahwa saat ini sedang terjadi mogok. “Tindakan ini kami ambil karena kami menduga pemerintah memberikan izin kepada angkutan yang beroperasi di Manokwari Bintuni,” ungkap Nofti.

Saat ini, semua pengemudi Hilux sedang berkumpul di wilayah Bukit Botak, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.

Nofti menyatakan bahwa tujuan dari tindakan ini adalah untuk menentang keberadaan Travel di jalur Bintuni Manokwari. "Kami menolak kehadiran Travel Transnusa di rute ini. Selama 30 tahun kami beroperasi di jalur ini, kami telah menyediakan mata pencaharian untuk ratusan penduduk setempat," ujar Nofti.

Dia menyampaikan bahwa masalah ini sudah pernah diajukan ke DPR Kabupaten Teluk Bintuni serta kepada Bupati Teluk Bintuni, namun tidak ada langkah dari para pengambil keputusan. Mereka juga mendengar bahwa Travel Transnusa akan meluncurkan layanan pada hari Senin (12/1/2026).

“Kami telah mengajukan persoalan ini kepada Bupati Teluk Bintuni dan DPR, tetapi ternyata Travel akan melaksanakan peluncuran layanan besok Senin,” katanya.

Samuel Serok, seorang sopir Hilux yang menjalani rute Bintuni ke Manokwari, mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya telah melayani masyarakat selama 30 tahun. Dia menyatakan bahwa selama periode itu, sejak Bintuni masih menjadi distrik hingga menjadi kabupaten, mereka tidak pernah melihat transportasi seperti travel masuk ke daerah tersebut.

“Selama 30 tahun, kami telah mendukung masyarakat. Dari waktu distrik dengan jalan yang masih berlumpur hingga kini jalan sudah baik, baru sekarang ada perusahaan transportasi yang masuk merusak sumber pendapatan kami,” ujar Samuel.

Samuel menolak keberadaan Travel Transnusa di jalur Bintuni-Manokwari dengan tegas. Dia juga mendesak pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk memberi perhatian pada isu ini.

“Kami meminta perhatian dari pemerintah karena ini bukan hanya soal satu atau dua orang, melainkan berkaitan dengan kepentingan banyak orang,” kata Samuel.

Lebih dari 300 sopir Hilux yang khusus melayani rute Bintuni-Manokwari saat ini bergantung hidup dan menyokong keluarga mereka, kini terancam oleh kedatangan Travel TransNusa di wilayah tersebut.

Kehadiran Travel Transnusa merampas hak-hak rakyat kecil, mengapa ini bisa terjadi, apaka pemerinta sudah tidak perduli dengan nasip orang Papua. Yang bergantung pada mobil antar jemput penumpang.

 

Oleh                : Ditome M

 

Perayaan Natal Pemuda Pemudi Daerah Nabire Rayon Yoswa Topo Di Gereja Yudea Sp1 Tahun 2025

 

Foto : Ditome Opm

Di gelar Ibadah Natal Rayon Yoswa Topo, bertempat di Gereja Yudea sp1 Topo  Uwapa Kab Nabire Provinsi Papua tengah hari selasa 16 Desember 2025.

Mc di pimpin langsung oleh Evangelis Mesak Magai. Nyayian pembuka. Doa pembukan di pimpin oleh Evangelis Muhenki Tigi. Mc memberikan waktu kepada protokol. Sekertaris ibadah Natal Pemuda-Pemudi Rayon Yoswa Topo, Kelvin Magai membacakan struktur susunan acara Natal. Natal yang begitu meria dan di hadiri oleh 69 jiwa, doa persembahan di pimpin oleh Kelvin Magai. Yang tergabung di dalam Rayon Yoswa di berikan ruang puji-pujian. Jemaat Yudea, Jemaat Imanuel Bedeida, Jemaat Lembah Pujian, Jemaat Parusia, Jemaat Kasih Agape, gabungan Rayon Yoswa Topo.

Baca Juga      : sala-satu-mahasiswa-ditome-desak-pemkab  

Penyampaian Firman Tuhan di pimpin oleh Evangelis Yance Magai dan Evagelis Muhenki Tigi sebagai penerjemah Bahasa Mee. Thema bersatu dalam dia (Yohanes 17:21) ini sebagai Thema Umum. Sub Thema Melalui kelahiran Yesus Kristus Kita Hidup Baru Karena Kita Satukan Dalam Dia (Yesaya 9:1). Evangelis Yance Magai menyampaikan, sewaktu Tuhan Yesus, belum mati di kayu salib, jalan hanya satu menuju neraka, tetapi setelah Tuhan Yesus mati di kayu salib, jalan menjadi dua, menuju neraka dan surga. Untuk asil akhir hanya kita yang menentukan. Masuk neraka atau surga. 

Ketua Panitia Natal Pemuda Pemudi Rayon Yoswa Topo, Yulianus Tebai menyampaikan laporan secara, garis besar dan mengucapkan banyak terima kasih kepada serangkaian panitia natal yang mana sudah berdedikasi tenaga, uang, dan waktu. Saya tidak bisa membalas, hanya Tuhan yang akan membalas, ucapnya.

 

 

Oleh                : Ditome M


Sala Satu Mahasiswa Ditome Desak Pemkab Nabire Menyelesaikan Masalah Asrama Dipa Di Kalibobo

 

Foto: Jhoni M

Gerakan Peduli pendidikan DITOME (Dipa, Topo, Menou) merupakan organisasi yang didirikan untuk menampung suara mahasiswa yang berasal dari Distrik Dipa, Topo, dan Menou di kabupaten Nabire. Tujuan utamanya adalah untuk memperhatikan pendidikan, dengan struktur yang jelas agar bisa menjadi Organisasi yang peduli terhadap masalah pendidikan.

DITOME, yang dirintis oleh Jhon Madai, seorang mahasiswa dari Nabire yang belajar di Bandung, saat ini menanggapi isu pembangunan asrama yang sedang berlangsung di Kalibobo Nabire, yang ditujukan untuk mahasiswa dari Distrik Dipa, Topo, dan Menou.

Jhon Madai menilai pendidikan sangat penting untuk generasi mendatang dan sangat berpengaruh pada pembangunan suatu bangsa. Oleh karena itu, DITOME memberikan komentar mengenai pembangunan asrama oleh Pemkab Nabire dengan beberapa catatan penting. Ia mengungkapkan bahwa ada masalah dengan klaim asrama yang sebelumnya telah dinegosiasikan untuk mahasiswa Dipa, Topo, dan Menou, tetapi saat ini justru diklaim atas nama individu.

Baca Juga : jembatan-kali-keisai-rusak

Lebih lanjut Jhon menjelaskan bahwa belum ada tanggapan dari Pemkab Nabire dan Polres Nabire terkait masalah ini, sehingga DITOME mencurigai adanya kepentingan pribadi. Ia juga mempertanyakan kebijakan Dinas Pendidikan Nabire yang telah memulai pembangunan asrama namun tidak ikut serta menyelesaikan masalah tersebut. Oleh karena itu, sebagai wakil DITOME, Jhon mendesak pemerintah Nabire untuk segera menyelesaikan masalah ini, apapun cara yang dipilih, baik itu melalui hukum, adat, atau pendekatan kekeluargaan.

DITOME juga berkomitmen untuk terus mengikuti perkembangan masalah ini hingga tercapai penyelesaian. Jika tidak ada penyelesaian, DITOME akan siap mengambil langkah hukum untuk mendukung proses penyelesaian masalah yang ada.


Oleh        : Jhoni Madai M

Back To Top