![]() |
| Foto Ditome M |
Di suatu perkampungan hidup seorang janda miskin yang tidak mempunyai siapa-siapa, ia hidup hanya sebatang kara.
Persiapa demi persiapa
untuk bulan Desember, orang-orang di kampung itu turun naik, kota. Wanita tua
itu iya hanya melihat, menyaksikan kesibukan mereka.
Wanita tua itu hanya
berharap berkat atau uluran tangan orang, yang ber belas kasiang kepadanya.
Tanggal 20 Desember,
tetangganya datang menggunakan mobil hailux, menurunkan beras veksin, garam dan
bahan persiapan lainya.
Wanita tua itu iya
hanya melirik tetangganya. Yang memasukkan barang-barang kedalam rumah. Wanita
tua itu duduk di pojok rumah sembari memperhatikan mereka dalam diam.
Tak ada satupun orang
di kampung itu yang menanyakan tentang persiapan-persiapan wanita tua itu,
untuk bulan Desember.
Tak ada satupun orang
yang datang menyayakan keadaan wanita tersebut.
Wanita tua itu iya
hanya terpaku, mengingat, " apa bila ada keluarga ku di kampung ini,
pastinya mereka perduli, kapada ku.
Baca Juga : arti kehadiran
Wanita tua itu terdiam,
air matanya menetes keluar dari pupil mata. Bibirnya yang berjuntai, gemetar,
wajahnya sudah keriputan sembari mengangkat tangan, menguzap air mata yang
terus menetes dari matanya. Isak tangis wanita tua itu. Bertanda sudah tidak
ada lagi orang baik di kampung ini.
Sore itu wanita
tersebut telah menyiapkan daun alang-alang dan kayu busuk yang berada di
samping rumahnya. Persiapan tersebut, entah lah tujuan wanita tua itu.
24 Desember malam
wanita tua itu duduk di sudut rumahnya dan terpaku memandang ke langit.
Bintang, bulan yang bersinar terang. Orang-orang di kampung itu sudah tertidur
lelap. Mengingat besok, adalah hari besar agama Kristiani, dimana harus
memberikan korban sembelihan kepada sang Kalik, pencipta jagat.
Pagipun tiba, banyak
yang membunuh babi dan di perjual belikan kepada orang-orang di kampung itu.
Wanita tersebut duduk di pojok rumahnya dimana iya sering duduk. Orang-orang
yang lalu lalang di depan rumahnya sembari memikul babi di pundak mereka.
Mereka yang lalu lalang tersebut, sudah melihat wanita tua itu. Wanita tersebut
sudah dari tadi duduk di tempat yang sama, tetapi mereka hanya menghiraukan
nya.
Tak lama wanita tua itu
duduk, rumah tetangga dan rumah-rumah di sekitar situ, asap sudah menepul
keluar. Harapan uluran tangan orang pun usai, wanita tua itu berdiri sambil
menguzap air mata dengan jemarinya, masuk kedalam rumah.
Wanita tersebut meraih
alang-alang dan menyalahkan serta menaru kayu busuk di atas tumpukan
alang-alang yang lagi menyalah itu, dari bakarab tersebut agar bisa
mengeluarkan asap yang banyak.
Tujuan wanita tua itu,
dengan keluar nya asap yang banyak dari dalam rumahnya, agar mereka yang
melihat, mengiranya lagi memasak sesuatu.
Siapapun yang tidak
mempunyai belas kasihan kepada orang lain, tentunya tidak mengenal Tuhan Allah.
Oleh : Ditome M
Terima kasih telah membaca. 24 DESEMBER.Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "24 DESEMBER"