![]() |
| Ditome M |
Alkisah, Ahgamua adalah sebuah daerah yang sangat dingin, sering diselimuti kabut, dikelilingi pegunungan, dan dilalui oleh Sungai Baliem yang mengalir deras. Penduduk Ahgamua tinggal di rumahrumah yang atapnya terbuat dari alangalang, yang mereka sebut Honai. Suku Dani adalah suku yang mendiami Ahgamua. Karena tanahnya sangat subur, mereka tidak kekurangan makanan. Terdapat berbagai jenis hasil pertanian seperti buah merah, pisang, tebu, keladi, sayuran lilin, dan ubi jalar.
Para anggota Suku Dani
di Ahgamua mengandalkan berkebun dan beternak babi sebagai mata pencaharian.
Babi bukan hanya hewan peliharaan tetapi juga merupakan aset berharga bagi
masyarakat di sana. Babi juga dianggap simbol adat untuk menyelesaikan berbagai
masalah, termasuk yang berkaitan dengan urusan maskawin. Suatu ketika, sejumlah
gadis dari Suku Dani ingin mandi di Sungai Baliem.
Tibatiba, seorang pria
asing berkulit putih muncul di tepi sungai, mengejutkan para gadis tersebut.
Salah satu dari mereka berteriak, "Eye. eye. eye. Ap molah! Ap
molah!" Ap molah adalah istilah untuk merujuk kepada orang asing berkulit
putih. Dalam keadaan ketakutan, gadis gadis tersebut segera meninggalkan sungai.
Namun, ada satu gadis
yang tidak merasa takut terhadap pria tersebut. Pria itu mencoba memberi salam
menggunakan bahasa tubuh. Dia melambaikan tangan dan mengucapkan dalam bahasa
Belanda, "wees niet bang!" yang berarti jangan takut. Sayangnya,
gadis berani itu tidak memahami apa yang diucapkan.
Baca Juga : empat-raja
Kemudian, pria tersebut
mendekati gadis itu dan bertanya, "Hoe heet dit plek?" yang artinya,
"Apa nama tempat ini?" Saat pria itu bertanya, tibatiba seekor anak
babi muncul di pinggir sungai. Gadis itu langsung berteriak,
"Wamena!" Dalam bahasa Suku Dani, Wamena berarti anak babi
peliharaan, berasal dari kata 'wam' yang berarti babi dan 'ena' yang berarti
anak peliharaan.
Gadis itu sebenarnya
berusaha memberi tahu temantemannya bahwa ada anak babi peliharaan yang lepas.
Namun, pria asing tersebut keliru dan menyatakan, "zijn naam (namanya)
Wamena. " Keduanya tidak memahami situasi yang terjadi, jadi gadis
tersebut pergi begitu saja dan pria itu melanjutkan perjalanannya ke arah timur
Ahgamua.
Beberapa saat kemudian,
banyak orang Belanda yang terbang dari Sentani tiba di Bandara Ahgamua. Mereka
tinggal di sekitar bandara dan mendirikan rumahrumah dengan atap seng.
Orangorang Belanda itu
mulai menyebut lokasi tersebut sebagai Wamena, bukan Ahgamua. Hingga saat ini,
nama Wamena dipakai untuk menyebut Ahgamua.
Oleh : Ditome M
Terima kasih telah membaca. Asal Mu Asal Nama Wamena.Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "Asal Mu Asal Nama Wamena"