-->

Berita, Artikel, Cerpen, Cerita Rakyat, Horor, Budaya Papua, Religi, Book Bacaan, Biografi

Motivasi Menulis

Mama Punya Kampung Kecil

Ditome M

Ke jadian ini terjadi di kampung Ukali Distik Dipa Kab Nabire, Provinsi Papua.

Alkisah, Di suatu perkampungan hiduplah empat orang bapak sebut saja nama ke empat bapak itu, Wisai Wude, yang sering di juluki sebagai setan laki-laki, Laku, Timou dan Pudu suma.

Ke empat bapak ini Labe Owaa (Rumah Adat Suku Mee) mereka tidak berjauhan. Siang itu ke empat bapak itu tidak melakukan apa-apa, mereka hanya berdiam di dalam Labe Owaa (Rumah Adat Suku Mee).

Ke empat bapak itu bercerita betapa hebatnya tanah ibu mereka. Mereka saling ber aduh mulut, tetapi dalam aduh bahasa Wisai Wude yang menang, ke tiga bapak itu tidak terima,” Wisai Wude kalau ko tidak pergi ambil anak setan yang di dalam tebing batu itu, ko punya, mama punya kampung kecil.

Kebiasaan suku Mee, apa bila sudah di sangkut pautkan dengan tanah mama, nyawa pun akan di korbankan demi menjaga tanah mama di kucilkan oleh orang lain.

Wisai Wude melangkah keluar rumah kemudia berkata,” kemu tiga tunggu di sini, jangan ada yang lari,” mari bawa datang kita tidak takut, balas seorang bapak dari dalam Labe Owaa (Rumah Adat Suku Mee) itu.

Baca Juga    : hidup-kembali

Tebing batu itu tidak jauh dari Labe Owaa (Rumah Adat Suku Mee) itu, ketika sampai di tempat itu, Wisai Wude masuk menghilang di dalam batu itu. Wisai Wude Melihat anak setan berada di atas batu besar sedangkan ibu dan ayahnnya sedang membakar jari-jari manusia, di balik batu besar itu.

Dengan perlahan bapak itu melangkah menuju anak setan tersebut, ketika mendekat Wisai Wude langsung membawa dan pergi keluar tebing batu itu.

Ketika sampai di luar bapak itu berjalan menuju ke-tiga temannya, sambil melemparkan anak setan itu masuk Labe Owaa (Rumah Adat Suku Mee) Wisai Wude berkata,” sebentar dia punya mama datang jadi kamu tiga tunggu saja.

Wisai Wude berjalan sembunyi di belakang rumah untuk melihat reaksi ke tiga temannya itu, tak lama kemudia suara teriakan dari dalam batu itu menggema di kampung itu, ke tiga bapak itu berfikir,” ooo ini pasti ibunya, ada yang bersembunyi di sudut rumah ada pula yang sembunyi di atas kido (tempat taru kayu bakar di dalam Labe Owaa).

Teriakan ke dua terdengar di luar tebing batu itu,” Eee Wisai Wude sa punya anak koo bawa kee mana. Teriakan ke tiga, di depan Labe Owaa (Rumah Adat Suku Mee),” Wisai Wude ko bawa sa punya anak keman, Wisai Wude mendengar tak ada suara yang keluar dari Labe Owaa (Rumah Adat Suku Mee) itu.

Wisai Wude berjalan ke dalam rumah untuk memberikan anak setan yang lagi terbaring di dalam Labe Owaa (Rumah Adat Suku Mee) itu, wanita setan itu menatap Wisai Wude dengan sangat ganas.

Tetapi setan itu tak bisa apa-apakan Wisai Wude kerena bapak ini juga di takuti oleh setan-setan yang ada di daerah itu.

Ketika sampai di dalam rumah itu Wisai Wude melempar anak setan itu keluar rumah sambil berkata,” eee ko punya anak ada ini, wanita setan itu langsung menangkapnya dan berjalan pergi ke dalam tebing batu itu.

 

 

Oleh                : Ditome M

 

Label: Cerita Rakyat

Terima kasih telah membaca. Mama Punya Kampung Kecil.Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "Mama Punya Kampung Kecil"

Back To Top