![]() |
| Ditome M |
Pada suatu ketika, di suatu daerah, tinggallah dua orang kakak beradik bersama dengan keluarganya. Mereka tinggal di dekat sungai Habema.
Masyarakat yang tinggal di negeri ini sangat memegang teguh adat
istiadat perempuan yang sudah ada sejak nenek moyang mereka. Dan ubah
tempatnya.
Suatu hari, kepala desa ingin mengadakan festival batu. Pembakaran batu
ini merupakan tradisi masyarakat Hubula yang dilakukan setiap lima tahun
sekali. Tujuan dari festival ini adalah untuk melunasi hutang dan permasalahan
internal yang timbul di wilayah ini dengan mempersembahkan babi.
Kedua bersaudara itu bertugas memanen sayuran di beberapa tempat,
termasuk di kaki Gunung Trikora.
Baca Juga : came dan pohon gemo
Trikora merupakan salah satu tempat yang ada saklarnya, konon secara
turun temurun tidak boleh membuang sampah sembarangan, membuang sampah
sembarangan atau buang air besar karena akan terjadi sesuatu pada orang yang
menimbangnya.
Kedua bersaudara ini telah mengumpulkan sayuran di tempat lain dan telah
sampai di kaki gunung Trikora. “Adikku sakit perut dan ingin buang air besar,
adikku ingin buang air besar”, tidak, kamu tidak mendengar apa yang dikatakan
orang tua desa: kami tidak membuat kunci, kami harus memegangnya. sebanyak
mungkin. ayo kita kembali ke desa, jawab kakak.
Karena tak kuasa melawan, pria itu pun segera mencari tempat aman. Usai
buang air besar, pria tersebut mencari dedaunan untuk membersihkan pantatnya,
namun dedaunan di sekitarnya hanya berukuran kecil. Lelaki itu melihat tumpukan
batu yang bagus, dia mengambil salah satu batu itu dan membersihkan pantatnya.
Pria itu mencoba untuk bangun, tetapi dia tidak bisa. Pria itu menelepon saudaranya. Kakak laki-lakinya berlari dan melihat adik laki-lakinya yang sudah duduk dan tidak bisa bangun. Segera setelah itu, rasa dingin terasa dari kaki hingga seluruh tubuh.
Oleh : Ditome M
Terima kasih telah membaca. Pelanggaran Batasan Orang Tua.Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "Pelanggaran Batasan Orang Tua"