-->

Berita, Artikel, Cerpen, Cerita Rakyat, Horor, Budaya Papua, Religi, Book Bacaan, Biografi

Motivasi Menulis

Kisah seekor kanguru di kerajaan Way Msu

Ditome M

Alkisah, di pegunungan sebelah selatan Lembah Grime, terdapat sebuah “kerajaan” bernama Way Msu.

Di kerajaan ini, manusia dan hewan hidup bersama dalam suasana damai dan harmonis.

Mereka menjalankan fungsinya masing-masing untuk menjaga persatuan masyarakat dan stabilitas pemerintahan. Baik hewan maupun manusia mempunyai tugas yang sangat penting.

Anjing dan kanguru bertugas sebagai pelaksana tugas ketentaraan dan juga sebagai pekerja keras untuk melaksanakan pembangunan kerajaan. Semua peternakan besar yang menghasilkan tanaman dan tanaman untuk makanan seluruh warga kerajaan dikelola oleh anjing dan kanguru. Anjing dan kanguru pada masa itu mempunyai postur dan ukuran tubuh yang sama, kedua jenis hewan ini mencapai tiga meter dengan tubuh yang panjang dan kuat, hanya perbedaannya pada warna kulit saja.

Anjing berwarna hitam, putih dan berwarna-warni seperti yang ditemukan pada anjing saat ini, sedangkan kanguru berwarna putih, abu-abu dan coklat. Anjing dan kanguru tinggal di Way Msu bersama manusia.

Burung-burung tersebut mempunyai tugas untuk membuka lahan pertanian dan menanaminya dengan bibit tanaman sekaligus membawa makanan.

Ketika kekuatan dari negara lain bergerak ke dalam hutan dan mendekat serta siap menyerang kerajaan Way Msu, burung-burung sudah berkicau untuk memberitahukan kepada seluruh warga Way Msu. Semua jenis semut bekerja sebagai pengangkut barang yang rajin dan gigih. Tidak ada yang tidak bisa ditangani semut.

Segala sesuatu yang ada di dalam kerajaan selalu terlihat bersih dan rapi, karena disapu oleh para ayam hutan yang mempunyai tugas khusus membersihkan pondasi “Iram” atau “raja” dan jalan-jalan serta seluruh tanah Kerajaan. Jalan Kerajaan. Nyonya. .

Alkisah ada seekor kanguru muda yang mempunyai niat baik dan ingin melamar putri Iram Way Msu. Namun pertama-tama, dia mulai menghubungi gadis itu melalui teman dekatnya. Mengetahui niat kanguru muda tersebut, sang putri enggan menerima permintaannya. Sang putri menghina kanguru muda itu dengan kata-kata yang sangat menyakitkan.

Kanguru muda itu diejek oleh teman-temannya karena penghinaan tersebut dan merasa dikucilkan dari pergaulan dengan teman-temannya. Kanguru muda merasa rendah diri dan terpinggirkan, seolah-olah hidupnya tidak ada artinya di tengah lingkungannya.

Pada suatu saat, kanguru muda itu mulai memperhatikan arah perjalanan dan tempat-tempat yang biasa dikunjungi Putri Iram Way Msu, termasuk tempat pemandiannya. Saat mentari terbit di suatu pagi dengan sinarnya yang lembut dan cerah hingga siang hari tergantikan dengan teriknya terik yang membakar kulit setiap warga kerajaan Way Msu.

Putri kerajaan pergi ke tempat pemandiannya di sebuah sungai yang airnya sangat murni. Kanguru muda itu sedang berjalan melewati semak-semak menuju tempat yang sama yang dituju sang putri.

Dia lewat dalam diam di setiap langkah. Tepat di tepi kolam sungai, Kanguru memandang berkeliling, melihat sang putri sedang duduk sendirian di atas bebatuan yang diletakkan dengan sangat baik, lalu sang putri melepas gaun tebalnya yang ditaruh di ikat pinggangnya di atas bebatuan besar sungai. Seluruh perhiasan pada tangan dan kaki mereka diletakkan di atas batu besar yang permukaannya lonjong lebar, lalu mereka turun untuk mandi bebas di genangan air sungai yang dalam.

Ketika Putri Iram akan menyelam dan mandi di bawah batu, kanguru muda itu akan mendekat dengan sangat hati-hati dan mengambil semua pakaian dan perhiasan besar dan kemudian, dengan beberapa lompatan, menghilang ke dalam semak-semak.

Baca Juga    :pelanggaran-batasan-orang-tua

Setelah merasa cukup bahagia dan segar setelah sekian lama berendam di air sungai yang dingin, sang putri keluar dari kolam dan pergi menuju bebatuan tempat ia meletakkan pakaian dan perhiasannya. Karena tidak menemukan apa pun, ia mulai mencari-cari di sekeliling dan di pepohonan, namun usahanya sia-sia.

Sang putri mulai putus asa dan menangis sejadi-jadinya karena matahari sedang condong ke arah barat, kemudian muncullah Kanguru muda, lalu menghampiri sang putri dan bertanya kepadanya: “Apa yang kamu cari wahai putri Iram Way Msu? Gadis itu menjelaskan bahwa pakaian dan perhiasannya telah hilang dari batu tempatnya meletakkannya.

Kanguru muda tersebut menyatakan bahwa dia menawarkan jasanya untuk membantu pencarian sang putri.

Kanguru mencari jauh di dalam semak-semak dan menemukan barang-barang tersebut, lalu dipanggil untuk melihat temuan tersebut bersama-sama. Kanguru muda itu memanfaatkan kesempatan itu untuk mengungkapkan keinginannya untuk menikahi putri Iram Way Msu.

Sang putri sangat enggan menerima tawaran ksatria Kanguru muda itu. Pertemuan kolam sungai yang jernih merupakan pertemuan pertama dan terakhir antara Kanguru dengan putri istana Way Msu. Sang putri tidak dapat mengenali anak kanguru tersebut karena semua anak kanguru di desa Way Msu memiliki wajah yang mirip. Suatu hari, Iram Way Msu mengetahui putrinya hamil sehingga dia menanyakan keadaannya.

Sang putri menjelaskan penyebabnya dan Iram kemudian memanggil seluruh pemuda Kanguru desa Way Msu untuk menanyai mereka satu per satu.

Tidak ada kanguru yang bisa memberikan informasi, termasuk kanguru yang suatu hari bertemu dengan sang putri di tepi sungai jernih di tengah Hutan Negara Way Msu.

Untungnya sang putri tidak bertemu dengan kanguru muda tersebut. Setelah mendengar pernyataan kanguru yang tidak mengetahui penyebab rasa malu putri kerajaan tersebut, Iram Way Msu menjadi sangat marah dan malah menuduh semua anjing tersebut memukuli semua anak kanguru dan mengusir kanguru tersebut keluar dari Istana Iram Way Msu. Negara yang diperintah oleh Iram Way Msu sudah tidak ada lagi, namun hingga saat ini kanguru hidup di hutan dan anjing masih mengikuti orang-orang yang datang pertama kali dari kerajaan Way Msu.


Oleh        : Ditome M

Label: Cerita Rakyat

Terima kasih telah membaca. Kisah seekor kanguru di kerajaan Way Msu.Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "Kisah seekor kanguru di kerajaan Way Msu"

Back To Top