![]() |
| Ditome M |
Di kerajaan ini,
manusia dan hewan hidup bersama dalam suasana damai dan harmonis.
Mereka menjalankan
fungsinya masing-masing untuk menjaga persatuan masyarakat dan stabilitas
pemerintahan. Baik hewan maupun manusia mempunyai tugas yang sangat penting.
Anjing dan kanguru
bertugas sebagai pelaksana tugas ketentaraan dan juga sebagai pekerja keras
untuk melaksanakan pembangunan kerajaan. Semua peternakan besar yang
menghasilkan tanaman dan tanaman untuk makanan seluruh warga kerajaan dikelola
oleh anjing dan kanguru. Anjing dan kanguru pada masa itu mempunyai postur dan
ukuran tubuh yang sama, kedua jenis hewan ini mencapai tiga meter dengan tubuh
yang panjang dan kuat, hanya perbedaannya pada warna kulit saja.
Anjing berwarna hitam,
putih dan berwarna-warni seperti yang ditemukan pada anjing saat ini, sedangkan
kanguru berwarna putih, abu-abu dan coklat. Anjing dan kanguru tinggal di Way
Msu bersama manusia.
Burung-burung tersebut
mempunyai tugas untuk membuka lahan pertanian dan menanaminya dengan bibit
tanaman sekaligus membawa makanan.
Ketika kekuatan dari
negara lain bergerak ke dalam hutan dan mendekat serta siap menyerang kerajaan
Way Msu, burung-burung sudah berkicau untuk memberitahukan kepada seluruh warga
Way Msu. Semua jenis semut bekerja sebagai pengangkut barang yang rajin dan
gigih. Tidak ada yang tidak bisa ditangani semut.
Segala sesuatu yang ada
di dalam kerajaan selalu terlihat bersih dan rapi, karena disapu oleh para ayam
hutan yang mempunyai tugas khusus membersihkan pondasi “Iram” atau “raja” dan
jalan-jalan serta seluruh tanah Kerajaan. Jalan Kerajaan. Nyonya. .
Alkisah ada seekor
kanguru muda yang mempunyai niat baik dan ingin melamar putri Iram Way Msu.
Namun pertama-tama, dia mulai menghubungi gadis itu melalui teman dekatnya.
Mengetahui niat kanguru muda tersebut, sang putri enggan menerima
permintaannya. Sang putri menghina kanguru muda itu dengan kata-kata yang
sangat menyakitkan.
Kanguru muda itu diejek
oleh teman-temannya karena penghinaan tersebut dan merasa dikucilkan dari
pergaulan dengan teman-temannya. Kanguru muda merasa rendah diri dan
terpinggirkan, seolah-olah hidupnya tidak ada artinya di tengah lingkungannya.
Pada suatu saat,
kanguru muda itu mulai memperhatikan arah perjalanan dan tempat-tempat yang
biasa dikunjungi Putri Iram Way Msu, termasuk tempat pemandiannya. Saat mentari
terbit di suatu pagi dengan sinarnya yang lembut dan cerah hingga siang hari
tergantikan dengan teriknya terik yang membakar kulit setiap warga kerajaan Way
Msu.
Putri kerajaan pergi ke
tempat pemandiannya di sebuah sungai yang airnya sangat murni. Kanguru muda itu
sedang berjalan melewati semak-semak menuju tempat yang sama yang dituju sang
putri.
Dia lewat dalam diam di
setiap langkah. Tepat di tepi kolam sungai, Kanguru memandang berkeliling,
melihat sang putri sedang duduk sendirian di atas bebatuan yang diletakkan dengan
sangat baik, lalu sang putri melepas gaun tebalnya yang ditaruh di ikat
pinggangnya di atas bebatuan besar sungai. Seluruh perhiasan pada tangan dan
kaki mereka diletakkan di atas batu besar yang permukaannya lonjong lebar, lalu
mereka turun untuk mandi bebas di genangan air sungai yang dalam.
Ketika Putri Iram akan
menyelam dan mandi di bawah batu, kanguru muda itu akan mendekat dengan sangat
hati-hati dan mengambil semua pakaian dan perhiasan besar dan kemudian, dengan
beberapa lompatan, menghilang ke dalam semak-semak.
Baca Juga :pelanggaran-batasan-orang-tua
Setelah merasa cukup
bahagia dan segar setelah sekian lama berendam di air sungai yang dingin, sang
putri keluar dari kolam dan pergi menuju bebatuan tempat ia meletakkan pakaian
dan perhiasannya. Karena tidak menemukan apa pun, ia mulai mencari-cari di
sekeliling dan di pepohonan, namun usahanya sia-sia.
Sang putri mulai putus
asa dan menangis sejadi-jadinya karena matahari sedang condong ke arah barat,
kemudian muncullah Kanguru muda, lalu menghampiri sang putri dan bertanya
kepadanya: “Apa yang kamu cari wahai putri Iram Way Msu? Gadis itu menjelaskan bahwa
pakaian dan perhiasannya telah hilang dari batu tempatnya meletakkannya.
Kanguru muda tersebut
menyatakan bahwa dia menawarkan jasanya untuk membantu pencarian sang putri.
Kanguru mencari jauh di
dalam semak-semak dan menemukan barang-barang tersebut, lalu dipanggil untuk
melihat temuan tersebut bersama-sama. Kanguru muda itu memanfaatkan kesempatan
itu untuk mengungkapkan keinginannya untuk menikahi putri Iram Way Msu.
Sang putri sangat
enggan menerima tawaran ksatria Kanguru muda itu. Pertemuan kolam sungai yang
jernih merupakan pertemuan pertama dan terakhir antara Kanguru dengan putri
istana Way Msu. Sang putri tidak dapat mengenali anak kanguru tersebut karena
semua anak kanguru di desa Way Msu memiliki wajah yang mirip. Suatu hari, Iram
Way Msu mengetahui putrinya hamil sehingga dia menanyakan keadaannya.
Sang putri menjelaskan
penyebabnya dan Iram kemudian memanggil seluruh pemuda Kanguru desa Way Msu
untuk menanyai mereka satu per satu.
Tidak ada kanguru yang
bisa memberikan informasi, termasuk kanguru yang suatu hari bertemu dengan sang
putri di tepi sungai jernih di tengah Hutan Negara Way Msu.
Untungnya sang putri
tidak bertemu dengan kanguru muda tersebut. Setelah mendengar pernyataan
kanguru yang tidak mengetahui penyebab rasa malu putri kerajaan tersebut, Iram
Way Msu menjadi sangat marah dan malah menuduh semua anjing tersebut memukuli
semua anak kanguru dan mengusir kanguru tersebut keluar dari Istana Iram Way
Msu. Negara yang diperintah oleh Iram Way Msu sudah tidak ada lagi, namun hingga
saat ini kanguru hidup di hutan dan anjing masih mengikuti orang-orang yang
datang pertama kali dari kerajaan Way Msu.
Oleh : Ditome M
Terima kasih telah membaca. Kisah seekor kanguru di kerajaan Way Msu.Silakan bagikan...!
.jpg)
0 Komentar untuk "Kisah seekor kanguru di kerajaan Way Msu"