-->

Berita, Artikel, Cerpen, Cerita Rakyat, Horor, Budaya Papua, Religi, Book Bacaan, Biografi

Motivasi Menulis

Came Dan Pohon Gemo

Ditome M

Pada zaman dahulu kala di suatu daerah hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri dan ketiga orang anaknya. Laki-laki tersebut bernama Fotomay, istrinya bernama Came, dan ketiga anaknya adalah Sroirawi, Mingun dan si bungsu Sibone.

Mata pencaharian keluarga ini sangat bergantung pada perkebunan sagu dan pohon Gomo di dekatnya.

Oleh karena itulah keduanya dirawat dan dipelihara dengan sangat hati-hati, terutama pohon Gomo. Pohon Gomo diadaptasi secara khusus oleh Came. Kecanduan terhadap pohon telah datang

Saking dalamnya, wanita yang berwujud raksasa dan memiliki kekuatan yang sangat sakti ini pernah berkata:

, "Aku akan membunuh dan memakan daging siapa pun yang mencuri buah Gomoku."

Wanita raksasa dan perkasa ini memiliki keinginan yang terkadang tidak dapat disangkal oleh siapa pun.

Jika anak itu ingin makan daging, dia harus makan daging. Jika Anda ingin menyantap daging kanguru, maka daging kanguru akan menjadi santapan Anda.

Lalu tiba-tiba, hari itu, Came sangat ingin memakan daging manusia. Kebetulan sekali, hari itu yang ada di rumah adalah Sroirawi, sehingga yang dituakan terbunuh.

Setelah dipotong-potong, daging Sroirawi dimasak dalam wajan besar. Ketika dia memakan daging putranya, dia melakukannya sambil menyanyikan lagu.

Nyanyian Came begitu kuat karena ketika dia bernyanyi, sepertinya seluruh bagian tubuh Came ikut bernyanyi. Rupanya, Fotomay menyaksikan pembunuhan Sroirawi yang dilakukan Came dari jauh. Cara dia bertemu Fotomay adalah ketika dia melihat ulah istrinya. Namun niatnya untuk menghentikan perbuatan istrinya itu mustahil dilakukan.

Ia menyadari bahwa istrinya mempunyai kekuatan yang sangat besar yang tidak dapat dibandingkan dengan kekuatannya sendiri. Oleh karena itu, Fotomay segera berlari menemui anak-anaknya.

“Anak-anakku, hari ini kita harus menjauh dari jangkauan ibumu,” kata Fotomay. “Sebenarnya ada apa, Ayah?” Mingu bertanya

"Kenapa kita harus pergi Bu?" Lanjut Sibone.

"Mendengarkan

Baca Juga    : Awan Pembawa Mala Petaka

Anak-anakku, ketika kamu pulang, kamu melihat ibumu membunuh dan memakan Sroirawi. Aku harap kamu mengerti, hari ini saudaramu yang terbunuh, suatu hari nanti salah satu dari kita.

Dan pahamilah bahwa ketiga kekuatan kita tidak mampu melawan kesaktian ibumu. » Mendengar penjelasan Fotomay, Mingun dan Sibone ketakutan. "Jadi, apa yang harus kita lakukan?" tanya Sibone. “Kalau kita lari jauh pasti bisa menyusulnya. Lebih baik kita menipu dia dengan mutasi bentuk,” kata Fotomay. - Bagaimana kabarmu, ayah? Mingun bertanya.

"Ayo ikuti ayah!" Keduanya rajin mengikuti jejak Fotomay. Sesampainya di tepi kolam dekat pohon Gomo, Fotomay langsung menyelam ke dalam kolam dan seketika berubah menjadi kura-kura.

Bersamaan dengan kejadian tersebut, jenazah Mingun dan Sibone menghilang dari pandangan. Sejak itu, Came tinggal sendirian. Ia menghabiskan hari-harinya dengan menanam pohon sagu dan merawat pohon Gomo. Keduanya rajin dirawat dan dijaga oleh Came. Menurut cerita, pohon Gomo Came berbeda dengan pohon Gomo lainnya. Buah Gomo biasanya berukuran sebesar kelapa.

Tapi Pohon Gomo Came sangat besar! Benihnya pun konon berukuran sebesar kepalan tangan manusia.

Kabar kehebatan pohon Gomo de Came tersebar ke mana-mana. Seperti di kawasan Keurba, kawasan yang terletak di sepanjang sungai Waim. Pohon Karet di Came menjadi perbincangan di kota. Salah satu penduduk setempat bernama Muru sudah lama ingin memakan buah Gomo Came, namun keinginannya selalu berubah ketika mendengar cerita dari tetua desa bahwa Came membunuh setiap orang yang mengambil buah Gomo. Namun, saat itu keinginan Muru tak bisa lagi dibendung.

Dia memutuskan bahwa pada hari ini juga, dia akan mengambil buah Gomo de Came. Meski beberapa kerabat Muru berusaha menghentikannya, Muru akhirnya pergi. Setelah melewati Sungai Waim, Muru akhirnya sampai di tujuannya. Sebelum memanjat pohon Gomo Came, Muru harus terlebih dahulu mengikat kura-kura yang akan mengingatkannya jika Came datang. Usai menangkap penyu, Muru mengikatnya sesuai petunjuk kerabatnya. Tapi Muru membuat kesalahan besar.


Oleh    : Ditome M

Label: Cerita Rakyat

Terima kasih telah membaca. Came Dan Pohon Gemo.Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "Came Dan Pohon Gemo"

Back To Top