-->

Berita, Artikel, Cerpen, Cerita Rakyat, Horor, Budaya Papua, Religi, Book Bacaan, Biografi

Motivasi Menulis

Mengandung Dari Ikan Lele

Ditome M

Alkisah, dahulu kala hiduplah satu keluarga, yang bertahan hidup dari hasil danau. Sebut saja nama mereka. Ayah bernama Diwei, istrinya bernama Semina dan anak sulung mereka bernama Badou.

Hari itu Badou pergi ke danau untuk mencuci pakian. Ketika sampai di luar rumah Badou melihat ayah dan ibunya yang lagi santai di belakang rumah. Badou akhirnya sampai di danau, danau itu bernama Dipale. Wanita itu menaru noken berisi pakian di samping danau. 

Badau duduk di dalam danau itu sembari mengucak-kucak pakian-nya. Danau itu banyak sekali ikan.

Di tengga badou mencuci pakian datang seekor ikan lele yang agak besar ukuran. Posisi kaki Badou terbuka, wanita itu tidak mengunakan CD. Ikan lele itu tertancap di kelaminnya, ia langsung melompat kerena kesakitan.

Dengan perlahan badou mengankat roknya, ternyata se ekor ikan lele sudah tertancap di kelaminya. Dengan perasaan takut Badou, mencoba untuk menarik ikan lele itu, tetapi  hanya membuat Badou kesakitan dan keluar darah.

Badou meninggalkan semua barang bawaan-nya dan pulang. Ketika sampai di rumah ibu dan ayahnya masih saja duduk di tempat yang sama. Tanpa berkata apa-apa wanita itu langsung masuk ke dalam rumah, menuju kamar tidurnya.

Satu hari pun berlalu Badou tidak juga keluar dari kamarnya, Diwei berkata,” Badou kenapa tidak keluar rumah, ini, tanya suaminya,? tidak tau eee, balas istrinya Semina.

Sore Itu ayah dan ibunya memutuskan untuk bertanya kepada anak mereka. Ketika sampai di depan pintu, pria itu berkata, Badou koo kenapa tidak keluar kamar,? bapa sa sakit, balas anak mereka, Diwei dan Semina pergi dari depan pintu.

Baca Juga        : Odena Dan Makito

Semina pergi ke danau mengikat perahu yang mereka punya, di kiri tempat mencuci terdapat senoken berisi pakian milik Badou.

Badou membawa noken berisi pakian itu sampai di rumah. Diwei bertanya,” itu milik siapa,? ini milik Badou, balas istrinya.

Ke esokan pagi Badou belum juga keluar dari dalam kamarnya. Diwei bertanya,” selamat pagi, sudah bangun ka,? sudah bapa, kenapa tidak keluar, bapa sa masih sakit, sakit apa, bapa sa fluu ini balas Badou.

Siang itu ayah dan ibunya memutuskan untuk mendobrak pintu kamar Badou, untuk melihat sebenarnya apa yang terjadi pada anak mereka.

Ketika sampai di depan pintu, tanpa basa basi Diwei mendobrak pintu kamar Badou, akhirnya pintu kamar terbuka, mereka mendapati anak mereka tanpa sehelai benang di tubuhnya, kedua orang tuanya melihat seekor ikan lele menutupi lubang vaginanya.

Badou menceritakan apa yang sudah menimpa dirinya. Ayah Badou berkata kenapa tidak koo ceitaka dari kemarin, ibunya pun merasa sedih melihat keadaan Badou saat itu.

Ayah dan ibunya mencoba untuk menarik ikan lele itu dari lubang kelaminnya. Dalam satu kali tarikan ikan lele itu lepas, Diwai membanting ikan lele itu di atas lantai, tiba-tiba ikan itu menghilang entah kemana.

Satu minggu berlalu, Badou hamil. Diwei murka dan memarahi Badou,” siapa yang kasi hamil ko, tanya ayahnya, tetapi Badou hanya terdiam, Badou kebingungan harus menjawab apa. karena tidak pernah menjalin hubungan dengan siapa-siapa di luar sana, selain ibu dengan ayahnya.

Diwei mengunakan banyak cara agar Badou dapat berkata jujur tentang kehamilan-nya itu, tetapi usaha Diwei nihil. Ayah wanita itu akhirnya pasrah menerima apa yang sudah menimpa anaknya Badou.

Sembilan bulan sudah, Badou melahirkan, seorang anak laki-laki. Ayah Badou terus bertanya siapa ayah dari anak itu, tetapi Badou hanya terdiam, tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Hari pemberian nama, Diwei tidak mengikuti acaranya. Sore itu Badou duduk di depan rumah sembari meratapi sikap ayahnya yang sudah berubah dan apa penyebabnya hingga ia bisa hamil.

Malam tiba, Badou ,Semina dan Diwei lagi menyantap makan malam mereka, terdengar ketukan pintu. Diwei melihat ternyata seorang lelaki berbadan tinggi berdiri di depan pintu rumah mereka, tersontak kaget, Diwei bertanya," ko siapa,? kita bisa bicara dalam, saja ka, kata pria asing itu,? ooh boleh masuk saja.

Ketika sampai di delam Pria itu berkata,” saya adalah penguwasa danau Dipale, saya yang telah menghamili Badou, setiap hari sa lihat badou selalu saja menangis karena itu, saya akan membawa Badou dan Neli kembali ke danau, ayah dan ibunya tempa pikir panjang langsung mengiyakan.

Pria berbadan tinggi itu beserta Badou dan anaknya pergi meninggalkan rumah itu. Ketika sampai di samping danau Dipale, pria berbadan kekar itu beserta istri dan anaknya, berjalan masuk di dalam air tersebut.

 

Oleh                : Ditome M

Label: Cerita Rakyat

Terima kasih telah membaca. Mengandung Dari Ikan Lele .Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "Mengandung Dari Ikan Lele "

Back To Top