-->

Berita, Artikel, Cerpen, Cerita Rakyat, Horor, Budaya Papua, Religi, Book Bacaan, Biografi

Motivasi Menulis

Jadi Santapan Ular

 

Ditome M

Alkisah, sepasang suami istri hidup di suatu kampung. Sebut saja nama kedua pasangan itu. suaminya bernama Mikel dan istrinya Lodaiwi. Mereka berdua bertahan hidup dengan Pisang, keladi, ubi jalar dan tumbuhan lain-nya. Kedua pasangan itu hidup berdampingan. Sampailah pada suatu hari suaminya berkata,” kita akan pergi berburu ke hutan.

Pagi kedua suami istri itu pergi ke kebun untuk mengambil ubi jalar talas dan bahan makanan lain-nya. Bekal untuk rencana perburuan mereka ke hutan nanti. Sore pun tiba kedua pasangan itu pulang ke (Labe Owaa) Rumah Adat Suku Mee. Suaminya menyiapkan anak panah dan tali rotan serta barang barang lainnya yang akan di pakai saat berburu nanti.

Istrinya menyiapkan koba-koba serta barang lainnya untuk dipakai pada saat tidur di tempat perburuan nanti. Subuh Lodaiwi bangun dan memasak ubi jalar bekal untuk perjalanan menuju ke hutan. Pagi itu ketika suaminya terbangun Lodaiwi menyuruh Mikel untuk memakan empat buah ubi jalar.

Kedua pasangan itu mulai berjalan kaki memasuki hutan. Melewati bukit, menaiki tanjakan terjal, menyeberangi sungai yang sangat besar. Sore itu kedua pasangan tersebut sampai di tempat yang mereka tuju. Ketika sampai disana suami istri itu, bergegas untuk membangun (Labe Owaa). Kedua pasangan itu membagi tugas. Suaminya memotong kayu buat sedangkan istri nya mencari daun palem untuk menutup atap.

Sore itu juga (Labe Owaa) jadi. Lodaiwi membuat api di tengah (Labe Owaa), untuk mengusir ugas ular dan binatang lain-nya. Lodaiwi memasak ubi jalar untuk makan malam mereka. Malam itu kedua pasangan tersebut tertidur pulas.

Pagi menjalan tiba. Lodaiwi memasak ubi jalar, ketika suaminya terbangun, Lodaiwi memberikan ubi jalar untuk di lahap oleh suaminya. Mikel berpesan,” apa bila binatang yang bunyi dari pagi sampai sore jangan kau tiru suaranya, apabila kamu tiru akan terjadi sesuatu yang buruk kepada mu. Jangan keluar terlalu jauh, dari (Labe Owaa) sebab banyak ular.

Untuk berburu kehutan, bagi Lodaiwi, baru pertama kali. Pagi itu Mikel berjalan memasuki hutan. Lodaiwi sangat bosan di dalam (Labe Owaa) itu. Wanita ituberjalan-jalan ke hutan di dekat (Labe Owaa). Tidak jauh wanita itu berjalan ia merasa ada sesuatu yang diinjaknya. Ia melihat ke bawah ternyata itu adalah kotoran Ular Patola.

Apa bila kotoran Ular Patola di injak, malam itu juga ia akan datang untuk memangsa orang tersebut. Lodaiwi ia pulang ke (Labe Owaa), ketika sampai disana ia melihat Mikel yang sudah berada di dalam (Labe Owaa) Itu.

Baca Juga        : Dua Malam Dua Hari Di Liang Kubur

Wanita itu tidak menceritakan apa yang telah terjadi padanya. Ketika malam tiba terdengar suara Ular Patola, ketika mendengar suara itu Mikel bertanya,” pasti kamu sudah menginjak kotoran Ular Patola. Lodaiwi membalas,” ia betul saya telah menginjak kotoran Ular patola. Saya sudah mengingatkan kamu untuk tidak pergi ke hutan. Tetapi kamu sudah melanggar, sekarang kamu menunggu, ular itu datang, memangsa mu.

Mikel hanya terdiam dan membakar hasil buruan sambil memakannya dengan lahap, Mikel mendengar suara ular itu sudah berada di depan (Labe Owaa). Mikel bersembunyi di sudut (Labe Owaa) itu. Ular Patola itu membawa air di dalam mulutnya dan menyemprotkan ke dalam kobaran api hingga api itu mati, Mikel hanya terdiam di sudut (Labe Owaa) dalam kegelapan malam.

Kepala Ular Patola itu menuju Lodaiwi. Mikel hanya terdiam melihat Ular Patola dan wanita itu berguling-guling di sebelahnya. Tak lama kemudian Lodaiwi mulai lelah karena menahan ular besar itu dari tadi. Ketika Ular Patola itu menelan bagian kaki bokong dan sampai di bawah buah dada. Lodaiwi bersendu pilu.

Mikel kau tidak membantu ku. Saya kira, disaat senang susah, kau akan ada buat saya. Di depan matamu, saya di telan ular, kau tidak membantu ku. Seandainya aku tau akan terjadi seperti ini, dari dulu aku tidak akan kawin dengan dirimu.

Ular Patola itu langsung menelannya hingga habis. Dan Ular Patola tersebut pergi melalui jalan yang ia masuk tadi, lalu menghilang ke dalam hutan.

Keesokan harinya pria itu pun kembali ke kampung dimana ia tinggal, orang-orang di kampung bertanya, kemana istri kamu, tetapi pria itu hanya membalas,” kalau Lodaiwi sudah meninggal di hutan karena sakit.

Sumber Lisan  : Dolince Petege

Oleh                : Ditome M

Label: Cerita Rakyat

Terima kasih telah membaca. Jadi Santapan Ular.Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "Jadi Santapan Ular"

Back To Top