![]() |
| Ditome M |
Pada zaman dahulu kala
di suatu provinsi ada sebuah desa bernama Bilai. Tidak jauh dari desa tersebut
terdapat sebuah gunung yang sangat tinggi, gunung tersebut dinamakan Zega.
Penduduk Desa Bilai
percaya bahwa gunung tersebut mempunyai penghuni. Ketika kesedihan melanda,
penduduk setempat mencari pertolongan kepada penduduk gunung melalui seorang
dukun yang mempunyai kesaktian yang hebat.
Pada suatu hari,
masyarakat Bilai ingin mengetahui dan melihat secara langsung wujud para
penjaga gunung tersebut. Karena rasa penasarannya tersebut, penduduk asli
mengundang seorang pesulap untuk berbicara dengan kepala suku.
"Maaf, Pawang!
"Kami mengundang Tuhan untuk berkumpul di tempat ini atas permintaan
seluruh penduduk", kata tetua desa sambil membuka diskusi. "Jika saya
boleh bertanya, apa yang akan terjadi?" - tanya si 'pawang yang
penasaran'.
Para tetua desa
kemudian menjelaskan niat mereka. Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, pihak
pengelola mampu memahami keinginan seluruh warga. Dalam hal ini, tidak apa-apa.
Saya akan membawa Anda ke puncak Gunung Zega. Saya pun penasaran ingin tahu
siapa sebenarnya penghuni Gunung Zega. “Selama ini saya selalu meminta bantuan,
namun saya belum pernah bertemu langsung dengannya,” kata sang manajer.
Baca Juga : buaya yang mendominasi sungai tami
Keesokan harinya, para
penduduk pergi bersama sang raja ke puncak Gunung Zega sambil membawa senjata
berbentuk tombak. Perjalanan yang mereka tempuh cukup sulit karena harus
melewati hutan lebat, menyeberangi sungai dan mendaki tebing terjal. Namun
mereka berjalan tanpa mengenal lelah dan pantang menyerah untuk menghilangkan
rasa penasarannya.
Sesampainya di puncak
Gunung Zega, penduduk setempat singgah untuk beristirahat. Suasana di puncak
gunung itu sangat sejuk dan tenang. Satu-satunya suara yang terdengar hanyalah
kicau binatang dan burung yang memecah kesunyian. Saat mereka sedang asyik
beristirahat, tiba-tiba seekor biawak berukuran besar lewat tak jauh dari
tempat mereka beristirahat.
Hei, lihat! Makhluk apa
ini? » teriak salah satu kelompok saat melihat cicak.
Mendengar teriakan itu,
anggota rombongan yang lain langsung bangkit dari tempat duduknya. Alangkah
takjubnya mereka ketika melihat seekor kadal yang sangat besar, berkepala
manusia, berkaki seperti kaki cicak, dan berkulit kasar seperti kulit cicak.
Tombak di tangan, lalu mereka mengepung kadal itu. Mari kita akhiri makhluk
aneh ini! Seorang warga berteriak. Kita tidak perlu terbengkalai. Saya yakin
makhluk ini ada di gunung ini, kata sang pengelola.
"Jadi, apa yang
akan kita lakukan terhadap makhluk ini?" tanya seorang warga. “Sebaiknya
kita menangkap kadal ini,” kata sang guru. Akhirnya warga desa sepakat untuk
menangkap biawak tersebut dan membawanya ke desa. Sesampainya di desa, kadal
berkepala manusia itu menjadi pemandangan seluruh penduduk desa. Mereka sangat
terkejut melihat keberadaan makhluk tersebut.
Para lelaki segera
membuatkan sangkar untuk cicak tersebut. Jika ada musibah, mereka dengan
mudahnya meminta bantuan kepada para kadal yang dipercaya sebagai penghuni
gunung Zega. Tiba-tiba, ternyata cicak itu bisa berbicara seperti manusia.
“Wahai seluruh penduduk negeri ini! Aku berjanji akan mengabulkan semua
keinginan kalian, namun dengan satu syarat,” kata cicak.
Apa syaratmu, kadal? »
» tanya manajer. “Kau harus memberiku kepala suku atau panglima perang sebagai
kurban,” pinta biawak.
Penduduk setempat
tergoda untuk mendengarkan janji biawak tersebut. Setiap warga negara
menginginkan properti. Oleh karena itu, mereka lari mencari pemimpin suku atau
pemimpin perang untuk diantar ke biawak. Peperangan antar suku pun tak
terhindarkan, banyak panglima perang dan kepala suku yang menjadi korban.
Seiring berjalannya
waktu, jumlah laki-laki di wilayah tersebut menjadi semakin sedikit. Setelah
melihat akibat dikabulkannya permintaan cicak tersebut, warga pun diberitahu.
Akhirnya mereka sepakat untuk memusnahkan biawak tersebut agar tidak ada warga
lain yang menjadi korban. Mereka membacok cicak tersebut hingga mati.
Sebelum menghembuskan
nafas terakhirnya, biawak itu mengirimkan pesan kepada warga.
Jika muncul kabut di
puncak Gunung Zega, pertanda akan pecahnya perang. »
Sejak saat itu,
penduduk Bilai percaya bahwa kabut di puncak gunung Zega adalah kabut pembawa
sial.
Oleh Ditome M
Terima kasih telah membaca. Kabut Pembawa Sial.Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "Kabut Pembawa Sial"