![]() |
| Moloutina : D/M |
Dua orang kakak beradik, sebut saja nama kedua bersaudara itu, kakaknya bernama Nawi tepa dan adiknya bernama Tepai. Nawi telah memiliki istri. Istrinya bernama Nakuto dan adik Nakuto bernama Malasei. Tepai juga telah memiliki seorang istri. Istrinya bernama Mala Naku. Mereka bersiap untuk pergi ke hutan mencari hewan buruan.
Tempat buruan yang mereka harus
pergi ia lah Pantai selatan yang banyak penghuni atau kejadian-kejadian
aneh yang sering terjadi. Pantai selatan sendiri. Warga setempat menyebutnya
dengan nama Ole artinya (tempat panas). Apabila di daerah (dingin) disebut
dengan nama Moma.
Pagi menjelang tiba mereka memasak ubi jalar untuk bekal selama di perjalanan. Pagi itu mereka berjalan kaki memasuki hutan menaiki gunung turung gunung, menyeberang sungai, karena hari sudah sore mereka membuat kem untuk bermalam di tengah jalan, Mala Naku dan Nakuto bergegas untuk memasak ubi jalar untuk makan malam mereka. Karena jalan jauh, yang begitu melelahkan setelah melahap ubi jalar ke lima orang itu langsung tertidur pulas.
Keesokan harinya kelima orang itu baru sampai di pantai selatan. Sore itu mereka membangun Labe Owaa. Ketika pagi mereka berpencar untuk berburu ke hutan dekat pantai. Nawi Tepa bersama istrinya serta adik Malasei. Tepai bersama dengan istrinya. Sepanjang hari mereka jalan masing-masing. Ketika sore menjelang tiba mereka kembali di Labe Owaa itu.
Malasei sangat lemas. Tepai bertanya kepada kakaknya Nawi,” bagaimana ini bisa menimpa Malasei,” ketika memasuki hutan kami menemukan bekas ban truk motor dan kami mengikuti jalan ban truk hingga sampai pada suatu tempat, kami kehilangan jejak ban truk itu dan Malasi langsung saja, kejang-kejang, terus pingsan balas Nawi kepada adiknya.
Malam itu Malasei menggigil sambil darah segar keluar dari hidung telinga dan mulutnya. Tepai bercerita kepada Nawi kalau Malasei besok atau lusa iya akan meninggalkan kita, artinya meninggal dunia. Malam itu Tepai dan Nawi menyuruh kedua istrinya untuk tidur, agar bisa bergantian menjaga Malasei.
Entah apa yang membuat Tepai dan Nawi tertidur pulas hingga pagi menjelan tibah. Ketika tersadar mereka mendapati Malasei sudah tidak bernyawa. Nakuto sangat sedih melihat adik Malasei yang sudah meninggal dunia.
Pagi itu mereka membawa Malasei pergi agak jauh dari Labe Owaa mereka untuk di makam kan. Ketika sampai disana mereka menaruh Malasei di atas tanah dan Tepai serta Nawi menggali kuburan untuk memakamkan mayat Malasei.
Mereka pulang ke Labe Owaa, untuk melanjutkan perburuan mereka. Tiga hari sudah mereka berburu, hasil buruan yang mereka dapat ada yang di asar dan ada yang dimasak.
Malam tibah Malasei datang. Ketika masuk ke dalam Labe Owaa keempat orang itu kaget melihat kedatangan Malasei. Malasei terduduk di tengah mereka dan berkata saya lapar. Keempat orang itu sangat ketakutan karena melihat Malasei yang duduk di tengah mereka.
Banyak sekali timbul pertanyaan dalam pemikiran mereka, apakah ini setan yang menyerupai Malasei, apa betul itu Malasei yang datang karena tubuhnya dirasuki oleh penghuni pantai selatan ini.
Tak lama mereka terdiam Tepai bertanya kepada Malasei. Bagaimana kamu bisa hidup kembali, ada seorang wanita yang datang menghidupkan ku dan berkata sekarang juga kamu pulang jangan, bikin bau-bau disini.
Keempat orang itu memberanikan diri untuk mendekat, Malasei. Dengan cepat Nakuto memasak makanan buat Malasei agar bisa menghilangkan rasa laparnya.
Malam itu mereka memutuskan kalau besok kita harus pulang ke kampung. Pagi itu juga mereka berkemas dan pulang ke kampung. Ketika sampai di kampung Malasei menikah dengan seorang lelaki. Ketika mendapat dua anak Malasei pun meninggal dunia.
Sumber : Darius Tauwai
Oleh : Ditome M
Terima kasih telah membaca. Dua Malam Dua Hari Di Liang Kubur.Silakan bagikan...!
.jpg)
Kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca, tetapi yang bersifat membangun.
ReplyDelete