![]() |
| Ditome M |
Alkisa, di suatu perkampungan
hiduplah janda dan duda, sebut saja nama mereka, Yan dan Yolina. Kedua janda, duda
itu sudah mempunyai anak. Yolina mempunyai anak perempuan sedangkan Yan
mempunyai anak laki-laki. Anak janda,duda itu sudah di jodokan oleh Yan dan
Yolina sejak mereka masih kecil. Hubungan baik antara janda duda itu sangat
baik dan sangat erat, seakan kedua anak itu sudah hidup bersama-sama, atau
dengan kata lain kawain.
Sudah dari kecil Yan
dan Yolina sudah memyampaikan kepada anak anaknya, masing-masing kalau kalian
berdua sudah kami jodohkan.
Bulan juni pendaftaran
SD pun di buka. Ayah pilei dan ayah Makalei mendaftarkan ke duanya masuk SD
kelas satu. Pilei dan Makalei duduk di meja yang sama. Kedua pasangan kekasih
itu tak perna terlambat untuk datang ke sekolah. Ulangan sekolah pun tiba.
Setelah mengikuti ulangan, ternyata Pilei mendapat rengkin satu dan Makalei
mendapat rengkin dua.
Naik kelas dua Makalei
mendapat rengkin satu sedangkan Pilei mendapat rengkin dua. Kedua pasangan itu
bersaing sampai kelas enam. Ibu Makalei dan Pilei meninggal dunia kerena umur mereka
yang sudah cukup tua. Makalei berkata kepada Pilei,” kamu harus melamjutkan sekolah
saya akan berhenti untuk mencari uang, dengan cara jualan di pasar.
Apa bila kami berdua
sekolah bersama-sama, siapa yang akan membiayaai. Ujian sekolah pun tiba. Pilei
mengikuti ujian. Ternyata hasil yang keluar, Pilei mendapat lulusan terbaik
nomor satu di daerah itu. Sedangkan makalei mendapat juara dua.
Pilei berkata,” saya
akan melanjutkan sekolah kepada Makalei. Hari itu Pilei dan Makalei pergi untuk
mendaftarkan SMP.
Semasa SMP Makalei yang
biaya studinya Pilei. Ulangan SMP kelas satu Pilei mendapat rengkin satu, dua
pun sama hingga, ujian sekolah pun pilei mendapat lulusan terbaik di daerah
itu.
Seusai mendengar hasil
lulsan SMP, Makalei dan Pilei duduk di dalam Labe Owaa (rumah adat suku Mee), Makalei
bekata,” sekarang saya mau kita tinggal besama, di rumahku atau di rumah mu…?
Pilei pun membalas dengan cepat,” tidak kita tinggal terpisah, itu lebih baik.
Tanpa membahas panjang lebar Makalei pun mengiyakan perkataan Pilei.
Pilei melanjutkan
sekolah SMA. Ulangan pun tibah, ketika mendengar hasil Pilei naik kelas dua,
Pilei mendapat rengkin satu. Naik kelas tiga pun pilei mendapat juara satu
kelas. Kepala sekolah dan guru-guru di sekolah itu selalu bercerita tantang
kepintaran Pilei. Ujian sekolah pun tibah.
Pilei mengikuti ujian
pada hari itu. Dalam pikiran pria itu,” saya pasti bisa mengejar cita-cita
menjadi seorang maliner, hanya itu yang selalu memotivasi nya untuk terus
belajar agar mendapat nilai yang terbaik. Ketika mendengar hasil Pilei mendapat
lulusan terbaik di daerah itu. Kepala sekolah mengutus Pilei melanjutkan
sekolah di Amerika melalui jalur behasiswa.
Hari itu Makalei dan
Pilei menuju bandara. Pilei dan Makalei menangis di sepanjang perjalanan, dalam
pikiran keduanya hanya ada,” sebenta lagi kita akan berpisa untuk beberapa
tahun.
Ketika sampai di
bandara Pilei dan Makalei masih saja terus menangis. Pilei berkata,” setelah
saya kembali dari Amerika kita akan menikah, saya minta supaya kau menunggu,
kedatangan saya kembali.
Pesawat terbang lending
di bandara, Pilei berjalan menuju pesawat itu. Makalei merebakan badanya dan
menangis histeris, melihat kepergian orang yang dia cintai.
Baca Juga : mama-punya-kampung-kecil
Makalei pulang sampai
di Labe Owaa (rumah adat suku Mee). Makalei selama satu minggu tak perna keluar
rumah, kesedihannya pun belum juga usai.
Satu tahun berlalu
setelah kepergian Pilei. Banyak orang bercerita, kalau akan di adakan
pertandingan bola Voli di daerah itu. Bayak orang berdatangan dari luar
kampung, untuk mengikuti pertandingan bola voli. Hari itu Makalei sangat bosan
di rumah. Makalei pergi hendak menonton pertandingan bola voli.
Ketika sampai disana
Makalei melihat ada seorang lelaki yang melompat tinggi dan memukul bola voli, jatu
tepat di bawah net. Pukulan pria itu tak ada yang mempu menghadangnya. Setiap
hari Makalei selalu aktif dalam menonton pertandingan voli itu. Makelei semakin
tertarik dengan lelaki yang jago bermain voli tersebut. Seusai bermain voli
Makalei bertanya kepada pria jago itu,” nama kamu siapa, lelaki itupun
membalas,” saya Kuleine.
Tanpa tunggu lama
Makalei langsung masuk rumah dengan Kuleine. Makalei sudah melupakan janji
Pilei. Makalei tertarik dengan cara Kuleine bermain voli.
Makalei sudah melupakan
Pilei. Satu tahun sudah Makalei dan Kuleine bersama, sore itu Makalei berkata,”
sepertinya saya hamil, kata wanita itu,” ooo bagus balas, Kuleine. Makalei
berfikir tak ada sedikitpun rasa bahagian yang keluar dari mulut Kuleine.
Daerah itu datang
kabar, kalau seorang maliner akan datang dari Amerika. Pada suatu hari tibah orang-orang
dari kampong itu berramai-ramai untuk pergi menuju bandara untuk menunggu
kedatangan maliner tersebut.
Hari itu Makalei sangat
gelisa, pikirannya menjadi dua cabang, pergi tidak, pergi tidak,pergi tidak,
akhirnya Makalei memutuskan untuk pergi melihat siapa yang akan datang.
Makalei berkata kepada
suaminya,” saya akan pergi ke bandara, tolong jaga anak kita. Wanita itu
berjalan kaki sampai di bandara.
Tak lama kemudia,
pesawat besar lending di bandara itu, pesawat tersebut berwarna loreng. Pintu
pesawat itupun terbuka, Makalei melihat siapa yang akan turun, tidak lain ia
adalah Pilei. Orang-orang yang di lapangan itu datang untuk berjabak tangan
kepada Pilei.
Ketika melihat Pilei
berdiri di pintu keluar pesawat, Makalei teringat janji. Makalei masih berdiri
di ujung lapangan itu.
Pilei berjabak tangan
sampai di ujung, Makalei mendekat kepada Pilei dengan air mata di pipihnya,
aroma anak menyesui sudah melekat di badang wanita itu,” saya minta supaya kamu
menjauh dari saya, ternyata kau sudah melupakan janji yang dulu kita ikat
bersama, tak ada balasan apa pun, Makalei hanya menangis menyesali apa yang
telah terjadi.
Pilei,” tujuan saya kesini untuk membawa kamu ke Amerika tetapi kamu sudah dengan orang lain. Maliner itu berjalan pergi menuju pesawat loreng dan pergi, Makalei merebah kan badannya dan menanggis histeris. Menyesali perbuatan-nya sendiri.
Oleh : Ditome M
Terima kasih telah membaca. Telah Ingkari Janji.Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "Telah Ingkari Janji"