-->

Berita, Artikel, Cerpen, Cerita Rakyat, Horor, Budaya Papua, Religi, Book Bacaan, Biografi

Motivasi Menulis

Hari Ibu Kita Kartini

 

Ditome M

Baru sekarang, saat aku terbangun dari tidurku, sekitar beberapa jam yang lalu. Seperti biasa aku mengambilnya dan mengecek isi ponselku, ternyata nama dan fotomu terpampang di dinding media sosialku.

di foto tersebut, selain nama dan wajahmu, juga tertulis "Habis gelap terbitlah terang, Selamat Hari Kartini.

Aku ingat ketika aku masih sekolah, aku mendengar nama ini dari guruku, yang mengatakan bahwa kamu adalah pahlawan wanita Indonesia dan untuk menghormatimu kami selalu merayakan ulang tahunmu. Dengan mengenakan pakaian adat dan riasan sederhana, kami bergegas menuju lokasi upacara.

Ternyata banyak sekali para pelajar dan ibu ibu yang bersiap merayakan harimu dengan upacara sederhana namun penuh kegembiraan, terbukti dengan senyuman di wajah mereka yang menghiasi setiap wajah yang hadir di sana.

Bertahun-tahun telah berlalu, kini saya mengerti mengapa Anda begitu dipuja oleh para wanita Indonesia, terutama atas usaha Anda dalam mencari pencerahan bagi bangsa Anda.

yang kumaksud hari ini, tepatnya hari ulang tahunmu. Wanita ujung timur Indonesia yang pernah tersenyum bahagia padamu kini tak lebih baik lagi. Perayaan saat kegelapan terungkap kini menjadi hitam dan tak lagi terlihat. Aku, anak buahku, dan anak buahku, berseragam merah putih dan kebaya jawa, berjalan pelan dalam kegelapan. Kami mencari Cahaya ini, Cahaya yang telah diambil oleh rakyatmu dengan paksa. !

Baca Juga : Sepeda Kakak Ku

Umatkulah yang paling menderita sehingga aku bisa terus memperingati harimu setiap tahun.

Di todongan pistol kita terus menerus dipaksa untuk tersenyum dan mengatakan bahwa kita baik-baik saja, contohnya adalah gambar dengan kebaya putih yang kalian lihat, kita dipaksa untuk tersenyum walaupun hati kita menangis. Bahkan media yang Anda lihat saat ini tidak sesuai dengan kenyataan yang Anda temui di Nduga, Intan Jaya, Pegunungan Bintang, Maybrat dan tempat lainnya. Tidak ada pesta untukmu hari ini. bahkan namamu terasa asing untuk diucapkan.

Seperti diketahui, gedung sekolah dibakar dan dijadikan markas militer Indonesia, rumah dan kampung dijadikan arena perang. Guru, siswa dan keluarganya terpaksa mengungsi ke alam, kawan. Gelap dan sunyi, hanya suara peluru yang tak henti-hentinya dan entah kapan akan berakhir.

Terkadang tarian memukau anak-anak, ibu dan ayah mereka. Anda belum pernah mendengar erangan itu, bukan? ..

Rakyat Indonesia kalianlah yang menjadi penyebab luka-luka rakyat Papua saya.

Hari ini, meski penuh kepedihan dan diliputi kesedihan, aku ingin mengucapkan selamat berlibur kepada Kartini atas perjuanganmu.

Perjuangan Anda untuk menemukan titik terang melawan kolonialisme dan sistem yang menindas perempuan patut ditiru. Pertarunganmu sudah berakhir. Sekarang kamu berada dalam terang. di sini kami berjuang untuk keluar dari kegelapan tetapi tidak untuk hidup bersama Bangsa Anda.

Tidak bisakah terang dan gelap bersatu? .

 

Oleh    : Ditome M

Label: Cerpen

Terima kasih telah membaca. Hari Ibu Kita Kartini.Silakan bagikan...!

0 Komentar untuk "Hari Ibu Kita Kartini"

Back To Top